ABU RAYHAN MUHAMMAD IBN AHMAD AL-BIRUNI
Dialah ilmuan yang erat kaitannya dengan pertanyaan "bulat atau datar?"
.
Pada abad pertengahan, saat daulah Abbasyiah mengawali puncak kecemerlangan peradaban ilmu pengetahuan, saat paham flat earth mendominasi di benak masyarakat Eropa, Abu Raihan Al Biruni telah membuktikan bahwa bumi itu sesungguhnya bulat melalui penghitungan lintang dan bujur dengan metode pengukuran tinggi matahari.
.
Pemahaman tersebut kemudian baru di aminkan oleh para ilmuwan Eropa pada abad 16 melalui penjelasan mengenai ekspedisi yang dinahkodai seorang Nicolas Copernicus yang menjajal dari satu belahan ke belahan bumi lainnya..
.
Beliau jugalah yang kemudian pertama kali melakukan pengukuran terhadap jari-jari bumi melalui persamaan godesi kompleks dan mendapatkan hasil yang hanya berselisih 16,8 km dari nilai yg dihasilkan penelitian modern.
.
Dialah Al biruni, ilmuwan yang kompetensinya kompleks. Tak seperti kebanyakan ilmuwan kontemporer yang hanya menguasai satu spesialisasi bidang ilmu, beliau tercatat fakih dalam beberapa bidang seperti matematika, fisika, filsafat, astronomi, farmasi, sejarah, dan juga aktif sebagai penulis ensiklopedia dan guru di madrasah islam.
.
Salah satu karya beliau yang diwariskan kepada Guru-guru untuk diajarkan ke muridnya adalah Geometri, aritmetika, teori perbandingan, metode pemecahan penjumlahan Aljabar dan masih banyak karya lainnya yang mendatangkan kemaslahatan bagi perkembangan ilmu pengetahuan abad modern
Sesungguhnya semua teori maupun penjelasan ilmiah didunia ini telah dijelaskan didalam kitab suci umat islam, Al-Quran yg ditemukan oleh ilmuan-ilmuan dari kaum muslimin. Namun karena suatu sebab. Hak cipta atas penemuan teori maupun penjelasan ilmiah pun diambil alih oleh bangsa Barat.
Waallahu a'lam...